Rabu, 29 Juli 2009

10Ciri - Ciri Petualang Cinta

Reaksi pertama yang ingin kukatakan ketika bertemu dengan lelaki tipe petualang cinta adalah menyenangkan......serasa dia tahu apa yang aku inginkan..dia bisa berkomunikasi denganku dan tak semua lelaki seperti itu. Mungkin demikian juga dengan lelaki yang bertemu dengan perempuan tipe petualang cinta, (sorry aku kan perempuan, ga tahu persis bagaimana sudut pandang laki-laki). Berdasarkan pengalaman saya, saya mencoba untuk mencari kesamaan sifat dari laki-laki petualang cinta dan saya kira tak jauh beda dengan sifat perempuan petualang cinta. Mungkin???

1. Mereka selalu mencari “target baru”
Para lover ini selalu mencari perempuan-perempuan baru untuk dijadikan seri petualangan mereka selanjutnya. Mereka akan mencari orang-orang baru atau orang-orang yang bukan berasal dari lingkungan orang-orang terdekat mereka. Salah satu alasannya adalah hidup mereka bagaikan lapisan yang setiap lapisan memiliki cerita tersendiri atau bagaikan puzzle berantakan yang setiap bagian dengan sengaja dipisahkan supaya tidak saling berhubungan.

2. Jika “target baru” telah menyerah maka mereka akan meninggalkan target tersebut.
Salah satu ciri yang selalu di temukan pada para petualang cinta adalah mereka paling menyukai moment pendekatan, moment yang membuat mereka merasa deg-degan, momen yang menimbulkan berbagai rasa dalam kehidupan mereka dan ketika si target menyerah maka mereka akan mengambil keuntungan sesuai dengan tujuan mereka, bisa keuntungan secara sexual, secara materi atau yang lainnya. Setelah mereka merasa cukup atau puas mengambil keuntungan dari targetnya maka dengan segala macam cara mereka akan berusaha memisahkan diri dari targetnya. Mulai dari mencari-cari kesalahan hingga meninggalkan target tanpa jejak. Kenapa tanpa jejak, kan mereka dengan sengaja memisahkan setiap bagian puzzle dalam hidupnya sehingga sang target kesulitan untuk melacaknya.

3. Mereka adalah para perayu ulung
Tentunya gaya merayu mereka bukanlah gaya merayu ala film bollywood atau gaya norak jaman dulu. Mereka bisa merayu sesuai dengan karakter si perempuan. Jangan salah ya, tak semua perempuan suka di rayu dengan kata-kata romantis dan mereka benar-benar paham hal ini sehingga mereka akan memilih cara yang tepat. Contohnya saja ketika mereka mencintai perempuan yang hoby berbelanja dan berdandan plus dugem, gaya rayuan mereka akan berbeda dengan rayuan pada perempuan yang hoby jalan-jalan serta kutu buku. Hati-hati, para petualang cinta ini benar-benar memahami karakter perempuan yang menjadi targetnya sehingga mereka tahu bagaimana cara terbaik menundukkan sang target.

4. Mereka selalu menggunakan pujian
Tak dapat disangkal bahwa semua manusia menyukai pujian. Sebuah pujian memang memiliki kekuatan yang luar biasa dan para petualang cinta ini benar-benar memahami hal ini. Mungkin mereka salah satu orang yang tidak belajar di psikologi tapi mereka benar-benar paham bagaimana mempelajari perilaku manusia. Para petualang cinta ini akan memberikan pujian kepada sang target hingga membuat sang target merasa dia adalah orang yang sangat menghargai orang lain dan menyenangkan. Ehm.....inilah tanda awal anda terjebak dalam perangkap sang petualang cinta, berhati-hatilah.

5. Terkadang mereka menggunakan hadiah untuk memperkuat citra diri mereka
Mendapatkan surprise atau hadiah adalah seseatu yang menyenangkan tentunya, dan para petualang cinta ini benar-benar paham hal ini. Oleh karena itu ketika pujian dan rayuan mereka dirasakan kurang kuat untuk membentuk image baik mereka di depan target maka mereka akan menambahkan hadiah. Satu tujuannya, membuat sang target segera bertekuk lutut di hadapan mereka karena citra diri yang terbangun dalam diri petualang cinta semakin kuat.

6. Biasanya, mereka memiliki kelebihan/talenta untuk memperkuat “citra diri”
Mereka adalah orang-orang yang betul-betul memahami kekurangan dan kelemahan diri mereka. Tak banyak orang yang betul-betul paham dengan kelebihannya akan tetapi para petualang ini benar-benar mengetahui kartu as mereka. Kartu as ini akan mereka gunakan untuk menarik para target. Sebagai contoh, mereka memiliki talenta pandai berbicara dan seringkali pandai berbohong, kelebihan secara materi yang membuat banyak perempuan matre tergila-gila, talenta pada bidang olahraga seperti renang, badminton, motor race, talenta pada bidang seni seperti melukis, photography, dll. Seluruh talenta ini akan membuat mereka terlihat semakin keren dan perfect di hadapan para target.

7. Seringkali mereka memiliki “pasangan tetap” akan tetapi selingan selalu ada
Yah begitulah para petualang cinta. Mereka terkadang sangat mencintai pasangan tetapnya akan tetapi mereka tak segan-segan untuk mencicipi cemilan di tempat lain. Mereka selalu menjaga hubungan yang baik dengan pasangan tetapnya ini akan tetapi mereka ternyata main serong di belakang untuk memenuhi nafsu petualangan mereka. Kebutuhan untuk merasa tertantang dengan mainan baru!

8. Hubungan dengan pasangan selingan selalu di sembunyikan dari orang-orang sekitarnya.
Ketika anda terjebak dalam hubungan yang rahasia maka berhati-hatilah. Anda patut mencurigai bahwa si dia adalah petualang cinta. Para petualang cinta ini tak menyukai hubungan dengan pasangan selingannya terungkap diantara orang-orang sekitarnya seperti setiap bagian puzzle yang selalu dia pisah-pisahkan. Oleh karena itu mereka selalu berusaha untuk menyembunyikan dan menutupi pasangan selingannya ini.

9. Yang cukup unik, mereka tak segan-segan bercerita tentang pasangan tetapnya akan tetapi tidak terlalu mendalam
Yah....sebagai bumbu yang akan menambah sedapnya hubungan selingan ini maka mereka seringkali tak segan-segan untuk menceritakan bahwa mereka telah memiliki pasangan tetap. Akan tetapi perhatikanlah cerita mereka.....mendalam atau tidak, penuh romantika atau tidak? Biasanya para petualang cinta ini akan menceritakan hubungan mereka dengan pasangan tetapnya pada si target akan tetapi ceritanya tidak mendalam dan berbau netral alias tidak romantis.

10. Sebenarnya mereka bukanlah orang yang dengan mudah benar-benar mencintai pasangannya akan tetapi ketika telah jatuh cinta mereka akan berkomitmen
Meskipun mereka memiliki banyak pasangan, para petualang cinta ini bukanlah orang yang dengan mudahnya mencintai pasangannya. Bagi mereka semua target yang berlalu lalang dalam kehidupan mereka adalah bumbu yang akan membuat dinamika hidup mereka semakin indah akan tetapi mereka hanya akan benar-benar mencintai satu pasangannya saja. Tak tahu mencintai dengan setulus hati atau tidak tapi mereka akan mengikatkan komitmen pada satu orang tersebut. Salah satu motifnya adalah karena mereka merasa mencintai pasangannya tersebut dan pasangan tersebut dianggap berbeda dengan yang lainnya.

Tak tahu.....apakah anda adalah si petualang cinta atau anda menjadi target petualang cinta?

Rabu, 08 Oktober 2008

Sekilas Konvensi Hak Anak

Konvensi hak anak atau yang biasa di singkat dengan KHA/CRC = Convention on the right of the children adalah yang mengikat secara yuridis/hukum dan politis diantara berbagai negara di dunia yang mengatur hal-hal yang berhubungan dengan hak anak. Negara yang pertama kali meratifikasi atau menyatakan kesediaannya untuk terikat secara yuridis dengan ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam KHA adalah Ghana sedangakan 2 negara yang hingga saat ini belum meratifikasi KHA adalah Somalia dan Amerika serikat. Pada tahun 1996, telah ada 188 megara yang telah meratifikasi KHA tersebut. Bangsa Indonesia sendiri telah meratifikasi KHA dalam keputusan presiden No.36 tahun 1990 tertanggal 25 Agustus 1990 sehingga bangsa Indonesia memiliki konsekuanesi untuk memenuhi hak-hak anak sebagaimana yang tercantum dalam KHA.. Keppres tersebut dikuatkan dengan lahirnya UU No.23 tahun 2002 mengenai kebijakan perlindungan anak yang mengakui 5 hak anak yaitu hak kelangsungan hidup, hak tumbuh kembang, hak partisipasi, hak perlindungan dari kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi serta hak sipil dan kebebasan.
Dalam pelaksanaan KHA, terdapat 4 prinsip yang terkandung dalam KHA yaitu :
a) Nondiskriminasi yaitu semua hak yang diakui dalam KHA harus diterapkan kepada setiap anak tanpa pembedaan apapun.
b) Yang terbaik bagi anak artinya bahwa dalam semua tindakan yang diambil menyangkut anak-anak, yang dilakukan lembaga kesejahteraan sosial pemerintah maupun swasta, lembaga peradilan, lembaga pemerintah atau badan legistatif harus mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap pengambilan keputusannya.
c) Hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan yang berarti bahwa setiap negara mengakui dan menjamin sampai batas kelangsungan hidup dan perkembangan anak.
d) Penghargaan terhadap pendapat anak yang berarti bahwa dalam pengambilan keputusan terutama yang menyangkut kehidupan anak harus mempertimbangkan pendapat dari anak-anak, pendapat tersebut harus dihargai sesuai dengan tingkat usia dan kematangan anak.

Berdasarkan dokumen konvensi hak anak, ada beberapa hak yang melekat pada anak yaitu :
a. Hak kelangsungan hidup dan perkembangan anak (pasal 6) yang bermakna setiap anak memiliki hak untuk hidup dan negara diharuskan menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan anak.
b. Hak nama dan kewarganegaraan (pasal 7) yang berarti setiap anak berhak memiliki nama setelah lahir dan memperoleh kewarganegaraan serta sejauh mungkin mengenal dan dirawat oleh orang tuanya.
c. Hak untuk hidup bersama orang tuanya (pasal 9) kecuali jika orang tuanya dianggap bertentangan dnegan kepentingan terbaik anak misalnya melakukan kekerasan terhadap anak, dll.
d. Hak untuk berpartisipasi yang meliputi mengungkapkan pendapat anak secara bebas dan akan dipertimbangkan secara layak sesuai usia dan kematangan anak yang bersangkutan (pasal 12); mengungkapkan pandangannya, memperoleh informasi, membuat ide-ide atau informasi yang diketahui tanpa batasan (pasal 13); hak untuk berkumpul dan membentuk perkumpulan secara damai (pasal 15).
e. Hak untuk dilindungi dari penyiksaan dan pengabaian (pasal 19) dan secara khusus perlindungan terhdap anak yang tidak memiliki keluarga (pasal 20), anak pengungsi (pasal 22) serta anak yang cacat harus mendapat kehidupan yang layak (pasal 23).
f. Setiap anak memiliki hak atas kesehatan dan pelayanan kesehatan baginya yang disediakan oleh negara (pasal 24)
g. Setiap anak memiliki hak atas pendidikan dan dan tugas negara untuk menjamin tersedianya pendidikan dasar yang bebas biaya dan pendidikan mengenah yang dapat diakses oleh semua anak (pasal 28).
h. Setiap anak mempunyai hak atas waktu luang, bermain dan ikut serta dalam kegiatan budaya (pasal 31).
i. Setiap anak berhak untuk dilindungi dari ekspoitasi ekonomi seperti pekerjaan yang mengancam kesehatan, pendidikan dan perkemabngannya (pasal 32), ekspoitasi seksual seperti pelacuran dan pronografi (pasal 34), serta perlindungan dari penjualan dan perdagangan anak (pasal 35).
Hak-hak di atas merupakan hak yang melekat pada setip anak tanpa kecuali. Ada beberapa pihak yang terkait dengan KHA yaitu :
• Anak sebagai pemegang hak
• Negara sebagai pihak yang berkewajiban memenuhi hak anak
• Orangtua, keluarga dan masyarakat bertanggungjawab (bukan berkewajiban) untuk memenuhi hak hak anak serta melakukan advokasi jika pemerintah nasional maupun daerah belum meratifikasi KHA tersebut. Selain itu orang tua juga memiliki tanggungjawab untuk membimbing anak sesuai dengan kapasitas perkembangan anak.

Hari - Hari Terakhir


Minggu ini dan minggu depan berisi hari-hari terakhirku di tempat kerjaku sekarang
sedih...............itu hal pertama yang terbayang di benakku
Bagaimana tidak? aku sangat mencintai pekerjaanku saat ini, aku sangat menyukai proyek-proyek yang aku dampingi di NTT
Sebuah pilihan harus di buat di atas banyaknya tawaran yang berdatangan
Dan aku memilih tawaran untuk mengundurkan diri dan belajar hal baru untuk semakin melengkapiku dengan amunisi yang sesuai bagi kebutuhanku di masa depan
Mungkin foto itu juga mewakili kepergianku
Foto ini adalah foto terakhirku sebagai PO suatu lembaga kemanusiaan dalam kunjungan ke Belu TTU dan di ambil di daerah pemukiman bagi IDPs dari Timor Leste di daerah Belu, NTT
Aku yakin dan berharap semoga ini pilihan terbaikku.

Jumat, 12 September 2008

Serasa Tidak Berada di Dunia


Serasa tidak berada di dunia...

Perasaan itu muncul begitu kuat ketika pertama kali aku menyaksikan indahnya pulau Sumba dengan pantai Puru Canberanya
Pulau yang terletak di bagian selatan propinsi Nusa Tenggara Timur ini memang menyimpan segudang warisan budaya yang tak terbilang dan karya Tuhan yang maha agung
Pada waktu itu, aku tidak tahu juga aku serasa berada di mana
Mau aku katakan surga....tapi aku belum pernah berwisata ke sana
Yang selalu kurasakan adalah
dunia yang penuh polusi,
penuh masalah korupsi,
untuk mengejar harta duniawi,
tanpa solusi,
Dunia di Sumba tidak berasa seperti di dunia yang aku alami setiap hari hingga saat itu usiaku 23 tahun
Yach...bulan Juni 2007 adalah saat dimana dunia mengajakku untuk menikmati bagian lain dari tubuhnya bersamaan dengan tanggal dimana aku memulai pekerjaan baru bagi anak-anak di Sumba
Yach......Dunia Sumba
dunia di sana INDAH...........NYAMAN............
sejauh mata memandang adalah keindahan ciptaaan Tuhan nan alamiah
tidak seperti di Jakarta
sejauh mata memandang adalah kehancuran ciptaan manusia nan artificial

Ini salah satu publikasi proyekku di NTT untuk CCF Internasional





Barnvänliga skolor i Indonesien
Skolan SD Inpres Liliba i Indonesien har förvandlats från en stökig skola med hög frånvaro till en lugn plats där eleverna får komma till tals.

Besökare som promenerar runt på SD Inpres Liliba primary school blir ofta förvånade över den lugna atmosfären. Eleverna skakar hand med sina lärare och hjälps åt att hålla ordning på skolgården. Färgglada väggmålningar återger värderingar som ”kärlek”, ”respekt” och ”ärlighet” – ledord som också präglar stämningen i klassrummen. Men så här har det inte alltid sett ut.
Tidigare utsatte lärare på skolan regelbundet sina elever för verbal och fysisk misshandel, i tron att bestraffningar och hot skulle minska stöket och skapa ordning och reda. Istället skapades en spänd stämning och en dålig inlärningsmiljö. Många elever var rädda för att prata på lektionerna, andra blev utåtagerande och ännu stökigare. Elever bråkade med varandra, missade lektioner och presterade dåligt.

I juni 2006 började skolledningen arbeta tillsammans med Barnfondens samarbetsorganisation CCF Indonesia för att förvandla SD Inpres Liliba till en så kallad barnvänlig skola. Grunden i en barnvänlig skola är en skolmiljö som tillvaratar barnens rättigheter och främjar deras inlärning.
Arbetet, som följer en modell som ursprungligen tagits fram av UNICEF, inleddes med en behovsanalys och värdegrundsträning för lärare och övrig personal. Det finns tolv centrala värderingar i den barnvänliga läroplanen – kärlek, respekt, lugn, ansvar, tolerans, sammanhållning, ärlighet, ödmjukhet, samarbete, naturlighet, frihet och lycka.
Arbetet pågår just nu i många indonesiska skolor och Russ Vogel, landschef för CCF Indonesia, möter regeringstjänstemän, byledare, lärare, föräldrar och elever för att uppmuntra dem att utveckla barnvänliga skolor i hela Indonesien. Han föreställer sig skolor som är ”fridfulla, säkra, fyllda av respekt och kärlek och uppbyggda av en ny generation med ett positivt synsätt”.

CCF har redan arrangerat tredagarsworkshops i värdegrundsträning för rektorerna i 54 skolor och utbildat 59 lärare från två skolor i undervisningsmetoder som uppmuntrar barnens eget deltagande och engagemang. Allas blickar är riktade mot SD Inpres Liliba, där de akademiska resultaten har förbättrats, frånvaron har minskat och lektioner förs i en atmosfär byggd på ömsesidig respekt.
När elever upplever våld eller orättvis behandling från en lärare eller klasskamrat, skriver de ner sina känslor på en lapp och lägger den i en låda i klassrummet. I slutet av månaden utvärderas varje lapp av lärarna och eleverna, och vidarerapporteras sedan till rektorn och andra lärare vid månadsmötet.
Elever uppmuntras att uttrycka sig, både i klassrummet och i de nya ämnen som införts såsom traditionell dans, poesiläsning och musik. ”Syftet med de nya ämnena är att förbättra barnens kreativitet, öka deras känsla för sitt kulturella arv och utveckla deras ledarskap,” berättar Ikarini Wulandari som är ansvarig för arbetet.
Synsättet är minst sagt radikalt i ett samhälle där barn traditionellt sett har blivit tillsagda att vara tysta och inte ifrågasätta sina äldre släktingar. I kombination med att föräldrar och andra vuxna får en ökad förståelse för barns rättighet, leder de barnvänliga skolorna till enorma förbättringar både för elevernas skolprestationer och för deras självkänsla och välmående.
[ Tillbaka ]

Selasa, 09 September 2008

KELIMUTU


Ciiihhhuuuuuyyyyyyyy

akhirnya aku menikmati indahnya danau Kelimutu


I never imaging how beautiful it is

but now

I can't forget how beautiful it is

Kelimutu

Heroku


Bagiku foto keponakanku yang bernama Hero ini sangat lucu
Mengekspresikan bagaimana anak kecil menikmati kebahagiaannya
Tanpa tipu daya
Muslihat
dan
Topeng
seperti yang selalu dikenakan oleh orang dewasa!

Saat kita tersenyum, mungkin hati kita menangis
Saat kita menangis, mungkin hati kita tersenyum puas
Anak kecil memiliki kesatuan antara fisik dan psikologis yang tidak dapat terpisahkan
Jika tangannya sakit maka akan menangis...........
Jika dimarahi akan menangis........

Kapankah aku bisa melepaskan topeng-topeng ini dan kembali menjadi seperti anak kecil????